Kisah kehamilan hingga lahiran
(Part 1)
Alhamdulillah pasca menikah jelang akhir tahun 2018, aku dapat informasi mengenai apabila ingin cepat hamil diantaranya minum asam folat, minum susu promil esensis, minum natur-e secara rutin dan aku ingat sahabatku nissa menghadiahi aku madu sepasang untuk penyubur kandungan.. MasyaAllah.. Bismillah aku pun berikhtiar dengan semua itu..
Di awal tahun 2019 senangnya aku dan suami mengawali ulang tahun bersama, aku dan suami sama-sama lahir dibulan januari, tanpa bilang-bilang kami saling bertukar kado aku memberinya sebuah baju dan aku dihadiahi sebuah jam tangan yang begitu cute.. Hihi..
Selain beradaptasi kami menjalani sebagai pengantin baru, aktivitas baru kami yaitu bersiap untuk pergi mengajar, membeli sarapan sebelum sampai di tempat bekerja, menikmati kepulangan kami yang teramat sore itu..
Namun sampai rumah aku mengalami lelah terus menerus.. Sampai rumah ingin berbaring saja rasanya, suamiku sering mengingatkan untuk segera bebersih alias mandi ganti baju sholat agar segera bisa istirahat. Namun tubuh ini berat rasanya..
Di awal pernikahan kami sepakat tidak menunda namun juga keburu untuk memiliki anak, namun kami berikhtiar, mempersiapkan diri untuk sama-sama belajar mengenai situasi jika memiliki anak kelak, kami berdua tahap memantaskan diri apabila Allah memberikan amanah permata hati kepada kami.
Alhamdulillah sebelum menikah aku memiliki siklus haid yang baik dan teratur sehingga aku bisa mendeteksi kapan aku akan menstruasi karena dibantu juga dengan aplikasi catatan menstruasi.
Awal bulan Januari 2019 aku haid kurang lebih selama seminggu, jelang akhir bulan januari 2019 biasanya akan datang tanda tanda nyeri PMS nya.. Ini tidak ada sama sekalii..
Namun entah mengapa setiap pulang kerja aku lelah sekali maunya rebahan aja.. Dan aku merasa aku agak gemuk terutama di bagian perut, keluhan ini kurasakan sendiri tanpa bercerita ke suami.. Akhirnya pikiran untuk iseng beli tespact untuk mengecek barang kali aku hamil..?
Kata orang orang yang berpengalaman, cek urin kehamilan baiknya adalah pagi hari, urin pertama pas kita bangun tidur, saat subuh mau berwudhu aku buang air kecil dan menyimpannya di sebuah cup kecil yang sudah tidak terpakai.
Dengan tangan gemetaran aku taruh tespact tersebut di dalam cup menantikan respon sang garis merah, aku jadi agak lama saat di kamar mandi karena nge-tespact tanpa sepengetahuan suami..aku mengamati kembali ternyata garis merahnya ada satu...aku pun menghela nafas tenang karena aku hanya ingin memastikan saja.. Dan tidak ada salahnya.. Aku pun menaruh tespact didalam kemasannya kembali sambil di lapisi beberapa lembar tisu dan kutaruh di rak yang biasa untuk meletakkan sabun dan sampo. Dan aku bergegas ke kamar seakan akan tidak terjadi apa-apa dan berusaha terlihat tenang namun gemetaranku tak terkendali..
Saat sudah melaksanakan shalat subuh, sudah memakai seragam aku teringat dengan tespact yang belum aku buang ke tempat sampah, namun yang kulihat tespact bergaris merah satu itu berbeda.. Yaa garis merahnya ada duaaa.. Ah langsung kuraih tespact tersebut, jantungku berdetak kencang, aku genggam erat tespact mungil itu, aku berjalan menuju kamar kupeluk suamiku yang ada dikamar. Tanpa bercerita apa yang terjadi barusan,karena kami harus bergegas berangkat bekerja..
Diperjalanan aku deg-degan, senang, haru, campur aduk rasanya.. Masih ku simpan cerita itu.. Sampai di sekolah aku menunjukkan tespact tersebut ke salah satu sahabatku echie, dan ia meyakinkan tespect tersebut menandakan aku positif hamil...kami pun berpelukan haru...huhu ingat moment itu..
Daaan.. Sore berlalu, aku dijemput dan kami pulang, perasaan campur aduk itu membumbui seharianku, sampai rumah aku tak habisnya senyum senyum dan mau mengajak suami bicara.. Suamiku mungkin sudah curiga atau gimana.. Saat ku bilang.. Nanti abis shalat isya, mau cerita...dia hanya menjawab iya...
Shalat isya pun selesai, aku sudah gemetaran harus memulai cerita darimana.. Dia hanya berkata, bahwa dia insyaAllah sudah siap.. Aku mengerenyitkan dahi keheranan akhirnya aku ambil dompet yang berisi tespact berlapis tisu dan kemasannya.. Aku pun menceritakan kronologi dan menceritakan kejadian subuh hari.. Dan saat aku tunjukkan padanya diapun haru menangis dan memelukku erat hmmm betapa harunya moment yang ini..
Alhamdulillah kami mendapatkan karunia setelah 2 bulan kami menikah, Allah sudah mempercayai kami untuk memiliki anak.. Alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah..
Selanjutnya kami berdiskusi kembali, karena itu hari jumat, keesokan adalah hari rencana kami ingin berkunjung kerumah keluarga dari pihak suami karena sudah terlanjur janji.. Kami putuskan tetap lakukan perjalanan kurang lebih 3,5 jam dan meskipun sampai sana lelah terbayarkan di suguhi makanan lezat di handil, aku sempat merasa keram sekali seperti mau haid, dan tidak lama kami pulang keesokan harinya.
Tepat hari senin, kami berdua izin untuk bertemu dengan seorang bidan yang menjadi pilihan kami. Lokasi klinik pun tak jauh dari lokasi tempatku bekerja.. Alhamdulillah tidak perlu berlama-lama.. Kami pun dapat giliran, aku pun di cek kandungan Alhamdulillah ada gumpalan darah berusia 3 minggu dan menantikan munculnya kantung, kami harus kembali bulan depan..
Mulai hari itu, kami senantiasa tidak sabar menantikan bulan depan.. Agar bisa bertemu calon anak kami yang Allah titipkan kepada kami berdua..
Yaa itulah cerita kehamilanku part 1..
Selanjutnya akan ku ceritakan pengalaman hamil dan proses lahiran anak pertamaku di part 2..
Di awal tahun 2019 senangnya aku dan suami mengawali ulang tahun bersama, aku dan suami sama-sama lahir dibulan januari, tanpa bilang-bilang kami saling bertukar kado aku memberinya sebuah baju dan aku dihadiahi sebuah jam tangan yang begitu cute.. Hihi..
Selain beradaptasi kami menjalani sebagai pengantin baru, aktivitas baru kami yaitu bersiap untuk pergi mengajar, membeli sarapan sebelum sampai di tempat bekerja, menikmati kepulangan kami yang teramat sore itu..
Namun sampai rumah aku mengalami lelah terus menerus.. Sampai rumah ingin berbaring saja rasanya, suamiku sering mengingatkan untuk segera bebersih alias mandi ganti baju sholat agar segera bisa istirahat. Namun tubuh ini berat rasanya..
Di awal pernikahan kami sepakat tidak menunda namun juga keburu untuk memiliki anak, namun kami berikhtiar, mempersiapkan diri untuk sama-sama belajar mengenai situasi jika memiliki anak kelak, kami berdua tahap memantaskan diri apabila Allah memberikan amanah permata hati kepada kami.
Alhamdulillah sebelum menikah aku memiliki siklus haid yang baik dan teratur sehingga aku bisa mendeteksi kapan aku akan menstruasi karena dibantu juga dengan aplikasi catatan menstruasi.
Awal bulan Januari 2019 aku haid kurang lebih selama seminggu, jelang akhir bulan januari 2019 biasanya akan datang tanda tanda nyeri PMS nya.. Ini tidak ada sama sekalii..
Namun entah mengapa setiap pulang kerja aku lelah sekali maunya rebahan aja.. Dan aku merasa aku agak gemuk terutama di bagian perut, keluhan ini kurasakan sendiri tanpa bercerita ke suami.. Akhirnya pikiran untuk iseng beli tespact untuk mengecek barang kali aku hamil..?
Kata orang orang yang berpengalaman, cek urin kehamilan baiknya adalah pagi hari, urin pertama pas kita bangun tidur, saat subuh mau berwudhu aku buang air kecil dan menyimpannya di sebuah cup kecil yang sudah tidak terpakai.
Dengan tangan gemetaran aku taruh tespact tersebut di dalam cup menantikan respon sang garis merah, aku jadi agak lama saat di kamar mandi karena nge-tespact tanpa sepengetahuan suami..aku mengamati kembali ternyata garis merahnya ada satu...aku pun menghela nafas tenang karena aku hanya ingin memastikan saja.. Dan tidak ada salahnya.. Aku pun menaruh tespact didalam kemasannya kembali sambil di lapisi beberapa lembar tisu dan kutaruh di rak yang biasa untuk meletakkan sabun dan sampo. Dan aku bergegas ke kamar seakan akan tidak terjadi apa-apa dan berusaha terlihat tenang namun gemetaranku tak terkendali..
Saat sudah melaksanakan shalat subuh, sudah memakai seragam aku teringat dengan tespact yang belum aku buang ke tempat sampah, namun yang kulihat tespact bergaris merah satu itu berbeda.. Yaa garis merahnya ada duaaa.. Ah langsung kuraih tespact tersebut, jantungku berdetak kencang, aku genggam erat tespact mungil itu, aku berjalan menuju kamar kupeluk suamiku yang ada dikamar. Tanpa bercerita apa yang terjadi barusan,karena kami harus bergegas berangkat bekerja..
Diperjalanan aku deg-degan, senang, haru, campur aduk rasanya.. Masih ku simpan cerita itu.. Sampai di sekolah aku menunjukkan tespact tersebut ke salah satu sahabatku echie, dan ia meyakinkan tespect tersebut menandakan aku positif hamil...kami pun berpelukan haru...huhu ingat moment itu..
Daaan.. Sore berlalu, aku dijemput dan kami pulang, perasaan campur aduk itu membumbui seharianku, sampai rumah aku tak habisnya senyum senyum dan mau mengajak suami bicara.. Suamiku mungkin sudah curiga atau gimana.. Saat ku bilang.. Nanti abis shalat isya, mau cerita...dia hanya menjawab iya...
Shalat isya pun selesai, aku sudah gemetaran harus memulai cerita darimana.. Dia hanya berkata, bahwa dia insyaAllah sudah siap.. Aku mengerenyitkan dahi keheranan akhirnya aku ambil dompet yang berisi tespact berlapis tisu dan kemasannya.. Aku pun menceritakan kronologi dan menceritakan kejadian subuh hari.. Dan saat aku tunjukkan padanya diapun haru menangis dan memelukku erat hmmm betapa harunya moment yang ini..
Alhamdulillah kami mendapatkan karunia setelah 2 bulan kami menikah, Allah sudah mempercayai kami untuk memiliki anak.. Alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah..
Selanjutnya kami berdiskusi kembali, karena itu hari jumat, keesokan adalah hari rencana kami ingin berkunjung kerumah keluarga dari pihak suami karena sudah terlanjur janji.. Kami putuskan tetap lakukan perjalanan kurang lebih 3,5 jam dan meskipun sampai sana lelah terbayarkan di suguhi makanan lezat di handil, aku sempat merasa keram sekali seperti mau haid, dan tidak lama kami pulang keesokan harinya.
Tepat hari senin, kami berdua izin untuk bertemu dengan seorang bidan yang menjadi pilihan kami. Lokasi klinik pun tak jauh dari lokasi tempatku bekerja.. Alhamdulillah tidak perlu berlama-lama.. Kami pun dapat giliran, aku pun di cek kandungan Alhamdulillah ada gumpalan darah berusia 3 minggu dan menantikan munculnya kantung, kami harus kembali bulan depan..
Mulai hari itu, kami senantiasa tidak sabar menantikan bulan depan.. Agar bisa bertemu calon anak kami yang Allah titipkan kepada kami berdua..
Yaa itulah cerita kehamilanku part 1..
Selanjutnya akan ku ceritakan pengalaman hamil dan proses lahiran anak pertamaku di part 2..
Komentar
Posting Komentar