Masih menjalani perkuliahan semester 4, usia belum genap 20 tahun harus jadi guru Paud??? Its Me!
Amanah menjadi pengajar Paud telah aku pilih, berhadapan dengan anak-anak, membersamai dalam kegiatan bermain dan belajar,masya Allah menyenangkan sekaliii...
Satu kelompok berisi sepuluh anak, dan kelompok yang aku dampingi kisaran usia 2-3 tahun bisa dibayangkan ukuran tubuh, cara bicara yang masih amat menggemaskan itu yaaa..namun diawal mereka sekolah mereka belum mau terpisah dengan orangtuanya. Karena kami mendapat ilmunya, hingga kami bisa memakluminya dan mengizinkan Ayah dan Bundanya ikut dalam pembelajaran menunggu sampai mereka siap terpisah. Dan benar, tidak sampai 3 bulan pertama mereka berasekolah semua muridku sudah tanpa dampingan orangtua mereka..Yey!!!
Menyambut kedatangan mereka dengan ucapan salam, dan mengucapkan selamat datang ke sekolah adalah kata sambutan pertama yang kami ucapkan setiap harinya. Mereka pun membalas senyuman dan masuk ke gerbang sekolah dengan mandiri dan percaya diri...
Hal-hal kegiatan bersama mereka adalah kegiatan snacktime, ya mereka berlatih melakukan kegiatan sarapan dengan menu yang sama, karena usia mereka adalah kategori kelompok bermain A sehingga masih perlu pendampingan saat makan, perlunya pengawasan tingkat tinggi namun diberi kesempatan untuk mendapatkan pengalaman kemandirian seperti makan sendiri, mengambil botol minuman yang mereka bawa dari rumah, hingga mencuci tangan sesudah kegiatan makan.
Hal seru juga banyak aku temui saat mereka bermain di arena playground, ada yang memilih main ayunan, futsal, perosotan, monkey bar dan main area pasir,mereka terlihat begitu riang bermain bersama teman-teman. Hingga playground terdengar suara mereka yang sambil memanggil nama teman mereka.. Waaah ramainya teriakan ituu..
Hmm.. Karena usia mereka yang tergolong kecil, mereka perlu pendampingan ketika kegiatan toilet training, berlatih ke toilet dan menggunakan toilet di usia dini. Berproses memang, mulai dari pelepasan diapers, duduk di closet meskipun belum mengeluarkan kotoran baik itu air seni atau tinja mereka. Namun sebagai guru paud kami mengenalkan kegiatannya dan memberi rasa aman tanpa membuat mereka merasa trauma ketika masuk toilet.
Cara bicara mereka baru 2-3 kata, sehingga bicara kepada mereka pun juga tidak bisa banyak melainkan sesuai usianya. Kegiatan bercerita di pagi hari atau ketika kegiatan membaca buku bersama, mereka senang melihat binatang dan berkata "itu ayam" "itu cici (kelinci), bisa dibayangkan bibir mereka ketika menyebutkan nama binatang-binatang yang mereka temui..oh lucunyaa...
Setiap hari pemandanganku murid kecil, lucu, aktif, dan mereka begitu menggemaskan. Membuat hariku semakin berwarna, ceria dan mendapat pengalaman luar biasa membersamai mereka dari pagi hingga siang hari ketika mereka harus pulang dan kembali ke Ayah Bunda mereka, mereka menyalimi tangan kami, memeluk kami dan mendadahi kami ketika menuju motor atau mobil yang di kendarai orang tua mereka.. Indahnya ketika mengingat masa-masa ini..
Bercerita tentang sahabat kecilku tadi seperti tak ada habisnya, mari kita lanjutkan ceritanya ya..
Komentar
Posting Komentar