Langsung ke konten utama

Antara Bekerja dan Rumah tangga

Di awal pernikahan kami jalani dengan begitu bahagia, hal hal seru kami yaitu selain beradaptasi satu sama lain, cerita di masa kecil, sekolah sampai  kegiatan belanja bulanan yang seru,selanjutnya? Begini ceritanya..

Aku dan suami sama-sama berprofesi sebagai pengajar untuk usia anak yang berbeda aku mengajar tingkat PAUD dan beliau di tingkat SD. Dengan adanya kontrak ada kesepakatan kerja yang kami harus taati seperti aku harus hadir jam 07.00 wita sudah terhitung absensi, namun beliau sudah harus hadir lebih pagi yakni jam 06.45, hingga kami seriiing membeli sarapan dijalan namun menyicip sarapan di lokasi sekolah masing-masing.. Hehe kangen campur haru kalau ingat masa-masa itu.. Nah itu saat masih mengajar lokasi sekolahnya berbeda namun sekarang sudah "Satu atap". Dan jam kepulangan pun berbeda, di paud kepulangan siswa jam 14.00, kepulangan guru jam 15.00 wita, di SD kepulangannya bisa lebih dari 16.00 sore sekali bukan...?? 

Datang paling awal, pulang paling akhir itu yang ku kenang semenjak menikah dengan teman kerja, yang memiliki waktu kepulangan lebih sore hingga bapak security sekolah selalu sabar memegang gemboknya demi aku sampai di jemput oleh suaminya.. Hihi.. Makasih ya pak.. Sudah menjadi saksi saya datang paling awal dan pulang paling akhir Ga akan saya lupain kenangan itu. Sesaat di jemput kami hanya membalas senyum satu sama lain, kadang tertunduk karena sedikit lelah dalam menjalani kegiatan kami seharian di sekolah...

Untuk mengobatinya, kadang kami nge-date tipis-tipis yaa nge ice cream dekat sekolah aku mengajar dan saling menghela nafas kelegaan melewati kegiatan seharian..kadang langsung pulang bergegas mandi, shalat maghrib dan makan malam di warung atau sesekali dibawa pulang.. 

Di kegiatan rumah tangga Alhamdulillah kami berkomunikasi dengan sangat baik, berbagi tugas tanpa harus kami "membaginya" artinya di pernikahan ini kami sama-sama ingin menjalankan tugas, peran dan memahami hak dan kewajiban sehingga kami bisa bergantian dalam melakukan kegiatan rumah tangga seperti mencuci, menyetrika pakaian, dan suamiku jago memasak, mungkin ini warisan almarhum Mama yang dulu memiliki usaha dibidang catering. 

MasyaAllah tabarakallahu, ku syukuri segalanya.. Di rumah tangga ini aku mendapatkan karunia yang begitu banyak, suami yang sabar, amat sangat penyayang..dan lagi beliau bisa memahami setelah kami pulang kerja aku jarang, abai, atau tidak melakukan beres-beres dirumah, membersihkan rumah, sehingga aku merasa bersalah sekali, hingga terbesitlah aku ingin resign.. 
Ya resign berhenti beraktivitas diluar rumah dari pagi hingga sore.. Yang membuat sedih ketika mengingat kebersamaan dengan teman-teman guru dan sahabat kecilku.. 

Setelah hanya terbesit membuat aku pusing sendiri, namun hati kecilku mencoba menenangkan hatiku yang sedikit merasa kalut, hingga rasanya ini harus aku ungkapkan kepada suami, ku beranikan diri untuk bercerita atas segala apa yang aku alami beliau mendengarkan dengan tenang, dia berpikir dengan cermat dan mendampingiku untuk mengambil keputusan.. 

Setelah bicara, aku terbayang kebersamaan dengan mereka semua, dan membayangkan jika perpisahan itu tiba aku akan menangis.. Hmm sedih sekali dikala mengingat perpisahan itu, namun jalan hidup ini harus kupilih..

1 bulan selang pembicaraan, aku berbagi cerita dengan sahabat mengajarku dan mereka terkejut namun tak bisa mencegahku untuk bertahan lebih lama, dan aku bertekad untuk mengajukan pengunduran diri, dan ternyata pihak yayasan cukup terkejut dengan keputusanku, sebelum resign aku berproses dengan baik, karena aku ingin masuk dengan baik dan keluar pun dengan cara yang baik.. 

Ternyata ada proses yang kujalani, yaitu menunggu sang pengganti, ya mereka sang penggantiku harus mengikuti kegiatanku dikelas, melihat caraku mengajar, melihat caraku memberikan stimulus dalam pembelajaran, melihatku bertutur kata, yang mereka lakukan membawa buku catatan untuk mencatat semua yang mereka lihat dan dengar tanpa bicara tanpa berkomunikasi dengan kami dan anak-anak. Sampai akhirnya sang pengganti dianggap layak menggantikan aku.. Aku resmi resign pertengahan tahun 2019, disaat aku hamil 6 bulan.. Aku sedih namun aku merasa bangga dan bersyukur bisa menyelesaikan tugas sebagai pendidik, wali kelas TK saat itu dapat meninggalkan kesan yang terbaik untuk semua, baik itu Yayasan, kepala sekolah beserta staff,sahabat guru, para wali murid dan siswa siswi ku yang tersayang.. 

Ya itu ceritaku kali ini, kita akan lanjutkan cerita berikutnya.. 

Komentar